Home » Uncategorized » sejarah sosiologi

sejarah sosiologi

SEJARAH SOSIOLOGI

 

PENDAHULUAN

 

Sejak lahir hingga sekarang, kita hidup di tengah-tengah masyarakat. Kehidupan bersama itu melahirkan berbagai pengalaman berhubungan dengan orang lain. Di satu pihak, kita membutuhkan kehadiran orang lain. Di lain pihak, kita ingin sendiri dan tidak ingin di ganggu. Singkatnya, pengalaman hidup bersama orang lain – mulai dari keluarga, sekolah, sampai masyarakat dan lingkungan – menyadarkan kita akan persamaan maupun perbedaan kita dengan orang lain.

Hubungan antara individu-individu dengan kesamaan dan perbedaan iu menimbulkan berbagai fenomena dalam masyarakat, berupa kerja sama dan pertentangan. Hubungan-hubungan yang senantiasa terjadi ini juga mengakibatkan masyarakat selalu berubah, mengalami kemajuan, atau kemunduran. Masyarakat pada gilirannya juga mempengaruhi individu. Singkatnya, sosiologi memperhatikan manusia sebagai bagian dari masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

 

Sejarah Singkat Tentang Sosiologi Pendidikan

           

Sosiologi lahir sejak manusia bertanya tentang masyarakat, terutama tentang perubahannya. Ratusan tahun sebelum masehi, pertanyaan tentang perubahan masyarakat sudah muncul. Namun, sosiologi dalam pengertian sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir belasan abad kemudian.

 

  1. Perkembangan Awal

Para pemikir Yunani kuno, terutama Sokrates, Plato, dan Aristoteles, beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Kemakmuran maupun krisis dalam masyarakat merupakan masalah yang tidak terelakkan. Anggapan tersebut terus dianut semasa Abad Pertengahan (abad ke-5 M sampai akhir abad ke-14 M). para pemikir seperti Agustinus, Avicenna, dan Thomas Aquinas menegaskan bahwa nasib masyarakat harus diterima sebagai bagian dari kehendak Ilahi. Sebagai makhluk yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang terjadi pada masyarakat. Pertanyaan (mengapa bisa begini atau mengapa bisa begitu) dan pertanggungjawaban ilmiah (buktinya ini atau itu) tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa itu.

 

  1. Abad Pencerahan: Rintisan Kelahiran Sosiologi

Sosiologi modern berakar pada karya para penikir Abad Pencerahan, pada abad ke-17 M. abad itu ditandai oleh beragam penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan membawa pengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat. Pandangan itu harus juga berciri ilmiah. Artinya, perubahan yang terjadi di dalam masyarakat harus dapat dijelaskan secara masuk akal (rasional), berpedoman pada akal budi manusia. Caranya dengan menggunakan metode ilmiah. Francis Bacon dari Inggris, Rene Descartes dari Prancis, dan Wilhelm Leibnitz dari Jerman merupakan sejumlah pemikir yang menekankan pentingnya metode ilmiah untuk mengamati masyarakat.

 

  1. Abad Revolusi: Pemicu Lahirnya Sosiologi

Dengan perubahan pada abad pencerahan, terjadi perubahan revolusioner di sepanjang abad ke-18 M. perubahan itu dikatakan revolusioner karena dengan cepat struktur (tatanan) masyarakat lama berganti dengan struktur yang baru. Revolusi social paling jelas tampak jelas dalam Revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis. Ketiga revolusi itu berpengaruh ke seluruh dunia. Hal ini wajar mengingat kawasan Asia dan Afrika ketika itu menjadi koloni Eropa.

Revolusi-revolusi ini mengakibatkan perubahan-perubahan dan gejolak dalam masyarakat. Tatanan yang telah berusia ratusan tahun dalam masyarakat diobrak-abrik dan dijungkirbalikkan. Perubahan ini tak jarang juga disertai peperangan, pemberontakan, dan kerusuhan yang membawa kemiskinan dan kekacauan. Karena itulah, para ilmuwan tergugah untuk mencari cara menganalisis perubahan secara rasional dan ilmiah sehingga dapat diketahui sebab dan akibatnya. Tujuannya, agar bencana yang terjadi akibat perubahan-perubahan dalam masyarakat bisa diantisipasi dan dihindari.

 

 

Latar Belakang Munculnya Sosiologi Pendidikan

 

Tokoh-Tokoh Sosiologi Pendidikan

 

  1. Auguste Marie Francois Xavier Comte

Auguste Comte merupakan seorang tokoh brilian yang disebut sebagai peletak dasar sosiologi. Comte melihat hasil dari Revolusi Prancis cenderung ke arah reorganisasi masyarakat secara besar-besaran. Menurutnya, reorganisasi masyarakat hanya dapat berhasil jika orang mengembangkan cara berpikir yang baru tentang masyarakat. Jika ingin menciptakan masyarakat yang adil maka harus ada kesepakatan tntang dasar-dasarnya. Dasar-dasar itu hanya dapat dicapai apabila ada suatu metode yang dapat diandalkan sebagai hasil-hasilnya meyakinkan setiap orang.

Comte memperkenalkan metode positif, yaitu hukum mengenai urutan gejala-gejala sosial. Dia memperkenalkan hukum tiga stadia (tahap) yang berhubungan dengan perkembangan cara berpikir yang mendasari perkembangan masyarakat.

  1. Tahap Teologis. Pada tahap ini orang lebih suka dengan pertanyaan yang tidak dapat dipecahkan, yaitu tentang hal-hal yang tidak data diamati.
  2. Tahap Metafisik. Pada tahap ini jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sama dicari jawabannya pada hal-hal abstrak yang diibaratkan sebagai esensi (hakikat) dan eksistensi (keberadaan)
  3. Tahap Positif. Pada tahap ini, manusia mulai mencari jawaban yang tidak bersifat mutlak, dengan mempertanyakan kaitan statis serta dinamis dari gejala-gejala yang muncul.

 

  1. Emile Durkheim

Durkheim merupakan salah seorang peletak dasar-dasar sosiologi modern. Durkheim terpengaruh oleh tradisi para pemikir bangsa Prancis dan Jerman. Semua peengaruh ini diolah dengan kreatif oleh Durkheim sehingga sumbangannya sangat mengesankan dan berpengaruh besar terhadap sosiologi abad ke-20.

Dalam karya besarnya yang pertama, Duekheim membahas masalah pembagian kerja yang berfungsi untuk meningkatkan solidaritas. Duekheim membagi dua tipe utama solidaritas.

  1. Solidaritas Mekanis. Merupakan tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan.
  2. Solidaritas Organis. Merupakan system terpadu dalam organisme yang didasarkan atas keragaman fungsi-fungsi demi kepentingan keseluruhan.

Menurut Durkheim, yang harus dipelajari sosiologi adalah fakta-fakta social mengenai cara bertindak, berpikir, dan merasakan apa yang ada di luar individu dan memiliki daya paksa atas dirinya.

 

  1. Karl Marx

Karl Marx lebih dikenal sebagai tokoh sejarah ekonomi daripada seorang perintis sosiologi. Ahli filsafat dan aktivis ini mengembangkan teori mengenai sosialisme yang di kemudian hari di kenal dengan nama “Marxisme”. Meskipun demikian Marx merupakan seorang tokoh teori sosiologi yang patut diperhitungkan.

Menurut Marx, perkembangan pembagian kerja dalam ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu:

  1. Kaum borjuis (kaum kapitalis), adalah kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat-alat produksi dan modal.
  2. Kaum proletar, adalah kelas yang terdiri dari orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal sehingga di eksploitasi untuk kepentingan kaum kapitalis.

 

  1. Herbert Spencer

Menurut Herbert Spencer, fakta pertama yang penting dalam proses evolusi social adalah peningkatan jumlah penduduk. Pertumbuhan ini tergantung pada persediaan makanan dan kesempatan-kesempatan yang disajikan oleh alam.

Spencer membagi 3 aspek dalam proses evolusi, yaitu diferensiasi structural, spesialisasi fungsional, dan integrasi yang meningkat. Lalu, Spencer membagi struktur, bagian, atau system yang timbul dalam evolusi masyarakat menjadi 3, yaitu:

  1. Sistem Penopang, berfungsi mencukupi keperluan-keperluan bagi ketahanan hidup anggota masyarakat.
  2. Sistem Pengatur, berfungsi memelihara hubunga-hubungan dengan masyarakat lainnya dan mengatur hubungan-hubungan yang terjadi di antara amggotanya.
  3. Sistem Pembagi (distributive), berfungsi mengangkut barang-barang dari suatu sistem ke sistem lainnya.

Tahap-tahap dalam proses evolusi social dengan tipe-tipe masyarakat, dibagi oleh Spencer menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. 1.      Tipe masyarakat primitive
  2. 2.      Tipe masyarakat militant
  3. 3.      Tipe masyarakat industry

 

  1. Max Weber

Max Weber menyatakan bahwa yang dipelajari oleh sosiologi adalah tindakan social. Menurut Weber, suatu tindakan manusia disebut tindakan social apabila tindakan ini dihubungkan dengan tingkah laku orang lain dan diorientasikan kepada apa yang terjadi sesudahnya.

Tidak semua kontak dengan manusia lain merupakan tindakan social. Individu yang melakukan tindakan social bersifat aktid juga reaktif. Kelakuan massa dengan individu-individu yang dipengaruhi oleh anggota lainnya secara pasif bukan termasuk tindakan social. Tindakan social juga merupakan kegiatan individu dan tidak pernah merupakan kegiatan kelompok. Weber menyebutkan dengan istilah bangunan social (soziale gebilde), seperti kegiatan Negara, perkumpulan, dan perusahaan.

 

 

Kapan Lahirnya Sosiologi Pendidikan

 

Pada abad ke-19, sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan social. Para ilmuwan itu berupaya membangun suatu teori social berdasarkan cirri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Untuk membangun teori itu, perhatian mereka tercurah pada perbandingan masyarakat dan peradaban manusia, dari masa ke masa.

Ilmuwan yang sampai sekarang diakui sebagai bapak sosiologi adalah Auguste Comte. Dalam bukunya Cours de Philosophie Positive (filsafat positif), ilmuwan Perancis ini memperkenalkan istiah “sosiologi” sebagai pendekatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Pendekatan khusus itu sebetulnya metode ilmiah yang biasa digunakan dalam ilmu alam (sains). Dengan demikian, Comte merintis upaya penelitian terhadap masyarakat, yang selama berabad-abad sebelumnya dianggap mustahil.

Rintisan Comte mendapat sambutan luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Pitirim Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Duekheim, Georg Simmel, dan Max Weber. Semuanya berasal dari Eropa. Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan sosiologi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s